Okt 01

Upaya Menghadapi Beragam Aliran Sesat

PENGAJIAN HARI SABTU (JITU)
PUSAT PENDIDIKAN ISLAMI (PPI) AT-TAQWA
KERJASAMA DENGAN DKM MASJID JAMI’
BAITUL MUTTAQIN KOMPLEK MUARA BANDUNG
Jl. Kebon Kopi Gg. Famili No.198 Cibeureum – Cimahi Tlp (022) 6026559; 600 2345;
HP. 0815 609 6268 On-Air di TaQwa 107.8 Fm Radio Pendidikan Islami

Sabtu,  12 Robiul Awwal 1432  H / 12 Pebruari 2011  Pkl. 09.00 – 12.00 Wib,

Oleh : Ust. Asep Rohiddin ( Contak Person :  0815 609 62 68 )

Email: abu_miftah55@yahoo.co.id; Website: dmcimahi.com dan dmcimahi.com/wp/

UPAYA MENGHADAPI BERBAGAI

ALIRAN / AJARAN SESAT

 “Yang mereka sembah selain Alloh itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, yang dila`nati Alloh dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)”.                 

(Q.S. an-Nisa,4 : 117-118)

 

 “Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (Q.S. an-Nisa,4: 119-120)

 P  E  N  J  E  L  A  S  A  N     S  I  N  G  K  A T

            Berbagai ajaran/aliran yang mengatasnamakan “Islam” padahal sebenarnya adalah ajaran/aliran sesat dan menyesatkan ummat, dewasa ini semakin marak bermunculan di tengah-tengah ummat Islam. Hal ini tidak dapat dibiarkan ! Harus segera dihentikan dan dikikis habis sampai ke akar-akarnya. Karena jelas apabila dibiarkan akan merusak aqidah ummat Islam dan akan menyesatkan ummat Islam, terutama bagi saudara kita yang –maaf- pemahaman terhadap Dinul-Islamnya masih sangat dangkal. Mereka akan menjadi korban penipuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

 

HAKIKAT ALIRAN/AJARAN SESAT

            Apabila dirujukan kepada al-Qur’an, jelas sekali sesungguhnya ajaran/aliran sesat itu bermunculan dari ajaran syaithon yang menyusuf pada hati manusia yang telah dikuasai oleh syaithon untuk mempengaruhi ummat manausia agar tersesat jauh dari hidayah Alloh Swt  (Q.S. an-Nisa,4 : 117-118).

 CARA SYAITHON MENGGODA MANUSIA

      1. Mempengaruhi manusia agar berbuat jahat dan keji (Q.S. al-Baqoroh,2: 169)

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

     2. Membangkitkan angan-angan kosong pada hati manusia hingga lalai dari ibadah kepada Alloh Swt (Q.S. an-Nisa,4: 12

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

     3. Berusaha menimbulkan permusuhan dan kedengkian di antara manusia, sedhingga timbul permusuhan dan peperangan (Q.S. al-Maidah,5: 91)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

CARA MENGHADAPINYA

  1.        1. Jangan takut kepada Syaitan, takutlah hanya kepada Alloh (Q.S. Ali ‘Imron, 3: 175)
  2. Mantapkan keimanan kepada Alloh Swt dengan cara mentauhidkan Alloh Swt dan jauhkan diri dari berbagai bentuk kemusyrikan.
  3. Perdalam pengkajian tentang Dinul-Islam secara kaaffah dengan langsung kepada sumber pokoknya : al-Qur’an dan as-Sunnah.
  4. Apabila muncul suatu ajaran/aliran sesat jangan  mudah terpengaruh, ukur kebenarannya dengan al-Qur’an dan as-Sunnah.
  5. Rapatkan barisan, jalin shilaturrhim dan wujudkan ukhuwah Islamiyyah di antara segenap ummat Islam serta jauhi tafarruk (Q.S. Ali ‘Imron, 3: 103)
  6. Gebyarkan Da’wah Islamiyyah ke berbagai lapisan ummat Islam, terutama ke daerah-daerah terpencil (Q.S. Ali ‘Imron, 3: 104-105; an-Nahl, 16: 125)

Okt 01

Keutamaan Ilmu dan Ulama

PENGAJIAN HARI SABTU (JITU)
PUSAT PENDIDIKAN ISLAMI (PPI) AT-TAQWA
KERJASAMA DENGAN DKM MASJID JAMI’
BAITUL MUTTAQIN KOMPLEK MUARA BANDUNG
Jl. Kebon Kopi Gg. Famili No.198 Cibeureum – Cimahi Tlp (022) 6026559; 600 2345;
HP. 0815 609 6268 On-Air di TaQwa 107.8 Fm Radio Pendidikan Islami

Sabtu, 02 Robiul Awwal 1432 H / 05 Pebruari 2011 Pkl. 09.00 – 12.00 Wib,
Oleh : Ust. Asep Rohiddin ( Contak Person : 0815 609 62 68 )
Email: abu_miftah55@yahoo.co.id; Website: dmcimahi.com dan dmcimahi.com/wp/

KEUTAMAAN ILMU DAN ULAMA

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, semoga Allah merahmati beliau, mengumpulkan keutamaan ilmu ini ke dalam beberapa point :

1.      Ilmu agama merupakan warisan para nabi,

warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. Rasulullah telah bersabda:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى النُّجُوْمِ. اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، وَاْلأَنْبِيَاءُ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَاًرا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ.) رواه الترمذي(.

“Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak”’ (HR. Tirmidzi).

2.   Ilmu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah diwafatkan oleh Allah, akan tetapi harta yang menjadi rebutan manusia itu pasti akan sirna.

Setiap kita, mengenal sosok Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits Nabi yang mulia. Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk kaum miskin, hartanya telah sirna, namun ilmunya tak pernah sirna. Kita semua masih tetap membaca hadits-hadits yang merupakan pilar sumber hukum Islam, yang diriwayatkan oleh beliau. Dan inilah buah yang ranum, sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah dalam hadits Rasul:

إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ؛ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْ لَهُ.

“Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.”

3.   Ilmu, sebanyak apapun jumlahnya tidak akan menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan, tidak pula memerlukan gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya.

Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya, bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman. Lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk, semakin susah pula untuk mencari tempat menyimpannya, belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya.

4.   Ilmu, bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Alloh Swt.

Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala:

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Ali ‘Imron,3:18)

[188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.

Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat seperti ilmu.

5.   Para ulama (ahli ilmu), termasuk golongan tertinggi di dunia ini,

Alloh Swt perintahkan supaya orang mentaatinya, tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Alloh Swt dan RasulNya, sebagaimana firmanNya:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kam…” (Q.S. an-Nisa,4:59)

Ulil Amri, menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). Ulama memiliki kedudukan yang mulia, yaitu menjelaskan syariat Alloh Swt serta mengajak manusia ke jalan Alloh Swt. Umara’ memiliki kedudukan mengoperasionalkan jalannya syariat Allah dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya.

6.  Para ulama, mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat.

Rasulullah Saw  telah bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ هُوَ الْمُعْطِيْ وَلاَ تَزَالُ هَذِهِ اْلأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ.

“Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi. Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah, tidak akan memadharatkan kepada mereka, orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah.” (HR. Al-Bukhari)

 

 

Okt 01

Kiat Mencapai Rumah Tangga Sakinah

007-materi-ceramah-100107-kiat-mencapai-rt-sakinah

Okt 01

Kehebatan Al Islam Di Haromain

008-materi-ceramah-100108-kehebatan-al-islam-di-haromain

Sep 18

Pelaksanaan Pengecoran Bangunan Baru Yayasan DM (2)

img-20160917-wa008

» Post terbaru